Popular posts

Labels

Tampilkan postingan dengan label Gaib. Tampilkan semua postingan

Mengenal Kesenian Mistis di Nusantara

Selasa, 14 Agustus 2012
Posted by tt
DILARANG MELARANG - Kesenian mistis di nusantara tak lepas dari kepercayaan Animisme dan dinamisme di masa lampau, yang masih mengakar dalam pertunjukan kesenian di Indonesia. Kepercayaan leluhur diwariskan turun-menurun, tercermin lewat prosesi pertunjukan dengan beragam makna. Seringkali, Pertunjukan seni budaya ini bukanlah atraksi biasa. Ada 'mahluk kedua' yang membantu jalannya acara. Yuk mari kita mengenal kesenian-kesenian mistis yang ada di nusantara.

1. Debus

Atraksi kesenian ini mempertunjukkan kemampuan manusia yang memiliki kekebalan tubuh. Atraksi ini telah ada sejak abad ke-16, menjadi ajang memompa semangat juang rakyat Banten saat itu.

Debus sering dipertontonkan dalam acara kebudayaan atau upacara adat. Beragam atraksi yang terkenal seperti memakan api, mengiris bagian tubuh dengan pisau atau golok, juga menyiram tubuh dengan air keras. Tak hanya itu, ada pula memasukkan jarum kawat ke kulit hingga tembus, membakar tubuh, berguling di atas serpihan kaca atau beling, juga menusuk perut dengan tombak atau senjata tajam lainnya. Semua itu dilakukan tanpa terluka atau berdarah sama sekali.

2. Sintren

Sebagai seni tari tradisional Jawa khususnya Cirebon, Sintren banyak dipertunjukkan saat acara kebudayaan. Sintren diperankan oleh gadis yang masih suci (perawan), dibantu oleh seorang pawang dan 3-6 orang penjaga.

Pertama, gadis itu dililit tali dari ujung kepala sampai ujung kaki. Sebuah kurungan ayam seukuran manusia sudah disiapkan dengan dibungkus kain batik hitam. Si gadis lantas dibaringkan di atas tikar, dibungkus lantas didorong masuk ke dalam kurungan ayam. Di sinilah prosesi Sintren dimulai. Dua sinden mendendangkan lagu dalam bahasa Cirebon.

Kemenyan dibakar, penari menabur bunga. Saat kurungan ayam diangkat, ajaib, gadis yang dililit itu sudah berubah penampilan. Biasanya si gadis memakai baju penari berwarna merah, kain batik hitam, dengan mahkota dan kacamata hitam. Si gadis lantas menari dalam kondisi trance.

Salah satu bagian yang menarik dalam prosesi ini adalah jatuhnya sang penari saat dilempar uang. Setiap penonton melempar uang ke tubuhnya, sang penari pun ambruk. Sang penjaga sigap menangkap, lantas pria berbaju hitam meniup wajah penari Sintren. Dia pun menari lagi, bak wayang di tangan dalang.

Konon, kesenian ini berasal dari kisah Sulandono yang memadu kasih dengan Sulasih. Hubungan itu tak mendapat restu dari ayah Sulandono, Ki Burekso. Akhirnya, Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari. Meskipun demikian, pertemuan di antara keduanya masih berlanjut di alam gaib.

Pertemuan tersebut diatur oleh Dewi Rantamsari yang memasukkan roh bidadari ke tubuh Sulasih. Pada saat itu juga, Sulandono yang sedang bertapa dipanggil roh ibunya untuk menemui Sulasih. Konon sejak saat itulah setiap diadakan pertunjukan Sintren, penari dimasuki roh bidadari.

3. Bambu Gila

Masyarakat Provinsi Maluku akrab dengan atraksi Bambu Gila. Atraksi ini melibatkan kekuatan mistis, namun tanpa banyak prosesi sebelum maupun sesudahnya. Sebatang bambu dipegang oleh beberapa orang. Lalu oleh seorang dukun, bambu ini diberi mantera. Seketika, bambu pun terasa berat hingga orang-orang yang memegangnya keberatan. Tak jarang mereka pun berjatuhan ke tanah.

Tak hanya berat, bambu ini juga bergoyang ke kanan dan ke kiri tanpa kendali. Bambunya bergerak mengikuti alunan musik perkusi. Pertunjukan baru selesai ketika sang dukun kembali merapal mantera, dan mengembalikan "nyawa" bambu itu seperti semula.

4. Kuda Lumping

Sekilas, Kuda Lumping tampak seperti arak-arakan masyarakat yang menunggang anyaman berbentuk kuda. Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain aneka warna.

Biasanya, atraksi Kuda Lumping memang sebatas parade yang menceritakan kegagahan pasukan berkuda Pangeran Diponegoro menghadapi penjajah Belanda. Namun aslinya, atraksi Kuda Lumping juga menyuguhkan pertunjukan kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis. Hampir sama seperti debus.

Kuda Lumping seringkali dilengkapi atraksi yang membuat bulu kuduk merinding. Mengunyah kaca, menyayat lengan dengan golok, membakar diri, juga berjalan di atas bara api. Secara tidak langsung, hal ini menceritakan aspek non-militer yang dipergunakan untuk melawan pasukan Belanda dulu.

Pertunjukan gamelan menjadi musik pengiring dalam atraksi Kuda Lumping. Ada kendang, kenong, gong, dan slompret (seruling dengan bunyi melengking). Sajak-sajak yang dibawakan dalam mengiringi tarian, biasanya berisikan imbauan agar manusia senantiasa melakukan perbuatan baik dan selalu ingat pada Sang Pencipta.

Walaupun berasal dari tanah Jawa, Kuda Lumping paling banyak ditemukan di Jawa Timur. Malang, Nganjuk, Tulungagung, dan berbagai kota lain menjadi rumah bagi tradisi turun-temurun ini. Atraksi Kuda Lumping biasa digelar saat upacara adat, menyambut tamu kehormatan, juga sebagai ucapan syukur atas karunia Tuhan YME.

5. Reog

Salah satu kesenian paling mistis di Indonesia berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Kota ini memang masih kental dengan hal-hal berbau mistis, serta ilmu kebatinan yang kuat. Gerbang kota ini dihiasi oleh Warok dan Gemblak, dua sosok yang ikut tampil dalam pertunjukan tari Reog.

Reog biasa dipentaskan dalam upacara adat, pernikahan, dan hari-hari besar Nasional. Reog terdiri dari 2-3 tari pembukaan. Pertama, 6-8 pria berpakaian serba hitam dipoles wajahnya dengan warna merah. Mereka menggambarkan sosok singa pemberani.

Berikutnya, 6-8 gadis menaiki kuda. Mereka tidak benar-benar "gadis", hanya laki-laki yang berpakaian wanita. Pada tari pembukaan ketiga, seorang anak kecil membawakan adegan lucu yang disebut Bujang Ganong atau Ganongan.

Setelah tari pembukaan selesai, adegan inti pun dimainkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, yang ditampilkan biasanya cerita pendekar.

Adegan terakhir adalah yang paling terkenal. Penari memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota terbuat dari bulu merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kilogram. Hebatnya, penari itu tampak tak keberatan sama sekali. Di sinilah peran 'mahluk kedua' dalam tarian Reog. Penari biasanya puasa dan bertapa beberapa hari sebelum berlangsungnya pertunjukan.

Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning. Namun di tengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujang Anom, dikawal oleh Warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tarian Reog).

Warok memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan trance saat mementaskan tariannya.



referensi artikel : travel.detik.com
ilustrasi gambar : wikimedia.org
by nagapasha.blogspot.com

Amalan Penarik Pelanggan

Senin, 30 Juli 2012
Posted by tt
ASSALAMU ALAIKUM

Berikut ini adalah amalan buat menarik pembeli agar banyak yang jadi pelanggan:

ROBBANA INNAKA JAA MI’UNNASI LIYAUMIL LAROIBA FIIHI INALLOHA LAA YUCHLIFUL MI’AAD 41X

ALLOHUMMAJMA’ ’ALAA TIJAROTII WABIDHO-ATIIL MUSYTARIINA WALMUSYTARIYAATII BISYIROO’ 100X



BACA SEHABIS SHOLAT FARDLU,AMALAN INI SANGAT BAGUS SEBAGAI SARANA IKHTIAR UNTUK BERUSAHA MELARISKAN DAGANGAN .MOGA BERMANFAAT ,AMIIN

WASSALAMU ALAIKUM

sumber : http://cahayametafisika.wordpress.com/2012/03/06/amalan-penarik-pembeli/

Ketika Ruh Kita Dicabut

Rabu, 18 Juli 2012
Posted by tt


Imam Ahmad dalam Musnad-nya, demikian juga Ibnu Hibban, Abu ‘Awanah Al-Isfirayaini dalam kitab Shahih keduanya, meriwayatkan dari Al-Manhal dari Zadan bin Al-Bara’ bin ‘Azib bahwa ia berkata, “Kami pernah pergi bersama Rasulullah untuk mengantar jenazah. Beliau duduk di atas kuburan dan kami duduk di sebelahnya. Kami diam dan tenang laksana di atas kepala kami terdapat seekor burung. Sambil menguburkan jenazah tersebut, Beliau berkata, “Aku berlindung diri kepada Allah dari siksa kubur.” Beliau mengucapkannya tiga kali.

Selanjutnya Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang beriman jika akan pindah ke alam akhirat dan meninggalkan dunia, maka para malaikat itu turun kepadanya. Wajah mereka seperti matahari dan setiap dari mereka membawa wewangian dari surga dan kain kafan. Mereka duduk di dekat orang yang beriman sebatas pandangan kemudian malaikat pencabut nyawa duduk di dekat kepalanya dan berkata, “Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah.”

Rasulullah kemudian bersabda, “Ruh orang beriman pun keluar dari jasadnya seperti halnya air keluar dari mulut teko. Malaikat pencabut nyawa segera mengambilnya. Ketika ruh orang itu telah berada dalam genggamannya, para malaikat yang lain tidak membiarkan ruh orang beriman itu berada di tangan malaikat pencabut nyawa sekejap mata hingga kemudian mereka mengambilnya dan menaruhnya di atas kain kafan surga dan wewangian tersebut. Dari ruh orang beriman, keluarlah wewangian paling harum yang pernah ada di bumi.”

Kata Rasulullah selanjutnya, “Kemudian para malaikat naik membawa ruh orang beriman dan setiap kali mereka melewati para malaikat, maka mereka bertanya, “Ruh siapa yang harum ini?” Mereka menjawab, “Ini adalah si fulan bin fulan,” sembari menyebutkan nama terbaik yang pernah menjadi sebutannya ketika di dunia hingga kemudian mereka berhenti di langit kedua. Mereka minta dibukakan bagi ruh tersebut kemudian dibukakanlah untuknya. Ruh tersebut disambut seluruh makhluk di langit kedua dan mereka mendekatkan ruh tersebut ke langit berikutnya hingga mereka membawa ruh itu tiba di langit di mana Allah berada. Allah kemudian berfirman, “Tuliskan kitab hamba-Ku ini dalam ‘Illiyyin, lalu kembalikanlah ia ke bumi. Sebab, dari bumi itulah Kami menciptakan mereka, ke dalamnya Kami kembalikan mereka, dan darinya pula Kami keluarkan mereka sekali lagi.”

Selanjutnya Rasulullah bersabda, “Dan sesungguhnya orang kafir itu jika meninggal dunia menuju ke akhirat, maka para malaikat turun kepadanya dari langit dengan wajah yang hitam dan membawa kain kafan kasar, lalu duduk di dekatnya sebatas pandangan.

Malaikat pencabut nyawa datang kepadanya dan duduk di dekat kepalanya lantas berkata, “Wahai ruh yang kotor, keluarlah menuju kemurkaan dan kemarahan dari Allah!” Lalu ruhnya berpisah dari jasadnya dan malaikat mencabutnya seperti mencabut besi pembakar dari wol yang basah. Selanjutnya malaikat pencabut nyawa mengambilnya dan jika sudah ia ambil, maka para malaikat yang lain tidak membiarkan ruh tersebut di tangannya sekejap mata hingga kemudian mereka meletakkannya di dalam kain kasar tersebut. Dari padanya keluar bau paling busuk yang pernah ada di muka bumi.

Para malaikat membawanya naik dan setiap kali mereka melewati malaikat, mereka bertanya, “Ruh busuk siapa ini?” Para malaikat menjawab, “Ini adalah si fulan bin fulan,” sembari menyebutkan sejelek-jeleknya nama yang dialamatkan kepadanya ketika di dunia. Ruh itu terus dibawa naik hingga sampai ke langit dunia. Ia meminta agar pintu langit itu dibuka, namun tidak juga dibukakan untuknya.

Kemudian Beliau membacakan firman Allah swt., “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum.” (Al-A’raf: 40).

Allah swt. kemudian berkata, “Tuliskan kitabnya di Sijjin, di bumi yang terbawah!” Lalu ruh tersebut dilemparkan begitu saja. Selanjutnya Rasulullah membacakan firman Allah, “Barangsiapa menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (Al-Hajj: 31) [Diriwayatkan oleh Ahmad (VI/287 dan 295) dan Abu Dawud (4753)]

source from : www.dakwatuna.com
by nagapasha.blogspot.com